Apa Itu Komunikasi dan Memahami Pesan dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa Itu Komunikasi dan Memahami Pesan dalam Kehidupan Sehari-hari

Apa itu komunikasi & memahami pesan merupakan pertanyaan dasar dalam kajian ilmu sosial, pendidikan, psikologi, hingga teknologi informasi. Komunikasi tidak sekadar proses berbicara atau menulis, melainkan mekanisme kompleks yang memungkinkan manusia berbagi makna, pengetahuan, emosi, dan tujuan. Keberhasilan komunikasi sangat bergantung pada sejauh mana pesan yang disampaikan dapat dipahami secara akurat oleh penerima sesuai dengan maksud pengirimnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak konflik, kesalahpahaman, dan kegagalan koordinasi terjadi bukan karena ketiadaan informasi, melainkan karena pesan tidak dipahami sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, memahami konsep komunikasi dan mekanisme pemaknaan pesan menjadi landasan penting dalam interaksi manusia modern.

Pengertian Komunikasi dan Memahami Pesan

Secara etimologis, kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicare yang berarti “membagi” atau “membuat menjadi bersama”. Makna ini menekankan bahwa komunikasi adalah proses berbagi makna antara dua pihak atau lebih.

Salah satu definisi klasik dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver dalam karya The Mathematical Theory of Communication (1949). Mereka mendefinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman pesan dari sumber ke penerima melalui suatu saluran, dengan kemungkinan gangguan (noise) yang memengaruhi kejelasan pesan.

Dalam perspektif ilmu komunikasi sosial, Harold D. Lasswell (1948) merumuskan komunikasi melalui pertanyaan terkenal: Who says what in which channel to whom with what effect? Rumusan ini menegaskan bahwa komunikasi tidak hanya menyangkut pesan, tetapi juga konteks, media, dan dampak.

Sementara itu, konsep memahami pesan merujuk pada proses kognitif dan interpretatif di mana penerima menafsirkan simbol, bahasa, atau isyarat yang dikirimkan. David K. Berlo dalam The Process of Communication (1960) menekankan bahwa pemahaman pesan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, sikap, budaya, dan pengalaman pengirim maupun penerima.

Ringkasnya, apa itu komunikasi & memahami pesan dapat dijelaskan sebagai proses pertukaran makna melalui simbol, di mana keberhasilan ditentukan oleh kesesuaian makna antara pengirim dan penerima.

Dalam kajian ilmu sosial, komunikasi berkaitan erat dengan proses interaksi manusia yang juga dibahas dalam artikel Pengertian Interaksi Sosial dan Bentuk-Bentuknya.

Sejarah dan Perkembangan Konsep Komunikasi

Kajian tentang komunikasi telah berkembang sejak zaman kuno. Dalam tradisi Yunani Kuno, komunikasi dipelajari melalui retorika. Aristoteles dalam Rhetoric (abad ke-4 SM) memandang komunikasi sebagai seni persuasi yang melibatkan pembicara, pesan, dan audiens. Fokusnya adalah bagaimana pesan disusun agar dapat dipahami dan diterima.

Memasuki abad ke-20, studi komunikasi berkembang pesat seiring kemajuan teknologi. Model matematis Shannon dan Weaver (1949) menjadi fondasi komunikasi modern, khususnya dalam bidang telekomunikasi dan informasi. Model ini memperkenalkan konsep pengkodean (encoding), saluran, dan gangguan (noise), yang hingga kini masih relevan.

Pada dekade 1950–1970-an, kajian komunikasi meluas ke aspek sosial dan psikologis. Lasswell, Berlo, dan para ilmuwan lain menekankan peran makna, pengalaman, dan konteks sosial dalam memahami pesan. Komunikasi tidak lagi dipandang sebagai aliran satu arah, melainkan proses dua arah yang melibatkan umpan balik.

Perkembangan selanjutnya terjadi pada era komunikasi digital. Media sosial, pesan instan, dan kecerdasan buatan memperluas bentuk komunikasi, tetapi juga meningkatkan potensi distorsi makna. Dalam konteks ini, pemahaman pesan menjadi semakin penting karena komunikasi sering berlangsung tanpa isyarat nonverbal yang lengkap.

Proses Komunikasi dan Cara Kerja Pemahaman Pesan

Untuk memahami apa itu komunikasi & memahami pesan, perlu dipahami mekanisme dasar proses komunikasi. Secara umum, proses ini melibatkan beberapa komponen utama:

  • Pengirim (sender): pihak yang memiliki gagasan atau informasi.
  • Pesan (message): isi informasi yang ingin disampaikan.
  • Pengkodean (encoding): proses mengubah gagasan menjadi simbol, bahasa, atau isyarat.
  • Saluran (channel): media yang digunakan, seperti lisan, tulisan, atau digital.
  • Penerima (receiver): pihak yang menerima pesan.
  • Penguraian (decoding): proses menafsirkan simbol menjadi makna.
  • Umpan balik (feedback): respons penerima terhadap pesan.
  • Gangguan (noise): faktor yang menghambat kejelasan pesan.

Pemahaman pesan terjadi terutama pada tahap decoding. Pada tahap ini, penerima menggunakan pengetahuan, pengalaman, dan kerangka budaya untuk menafsirkan pesan. Jika kerangka ini berbeda jauh dari pengirim, risiko salah tafsir meningkat.

Penelitian psikologi kognitif menunjukkan bahwa pemahaman pesan juga dipengaruhi oleh perhatian, memori, dan konteks situasional. Pesan yang ambigu atau terlalu kompleks cenderung lebih sulit dipahami, terutama jika disampaikan melalui media terbatas seperti teks singkat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Pesan

Keberhasilan komunikasi tidak bersifat otomatis. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pemahaman pesan antara lain:

  • Bahasa dan simbol
    Perbedaan kosakata, istilah teknis, atau gaya bahasa dapat menghambat pemahaman.
  • Latar belakang budaya
    Nilai dan norma budaya memengaruhi cara pesan ditafsirkan.
  • Konteks situasi
    Waktu, tempat, dan kondisi emosional memengaruhi penerimaan pesan.
  • Media komunikasi
    Komunikasi tatap muka memungkinkan isyarat nonverbal, sedangkan media digital lebih terbatas.
  • Gangguan fisik dan psikologis
    Kebisingan, distraksi, atau prasangka dapat mengurangi akurasi pemahaman.

Studi oleh Hargie (2011) dalam Skilled Interpersonal Communication menunjukkan bahwa keselarasan konteks dan kejelasan pesan secara signifikan meningkatkan tingkat pemahaman dalam interaksi interpersonal.

Contoh Komunikasi dan Pemahaman Pesan

Konsep apa itu komunikasi & memahami pesan dapat dilihat dalam berbagai situasi sehari-hari.

Dalam lingkungan pendidikan, guru menyampaikan materi pelajaran melalui penjelasan lisan dan tulisan. Pemahaman siswa tidak hanya bergantung pada isi materi, tetapi juga pada cara penyampaian, contoh yang digunakan, dan kesempatan bertanya.

Di tempat kerja, instruksi tertulis yang tidak jelas dapat menyebabkan kesalahan operasional. Sebaliknya, komunikasi yang terstruktur dengan umpan balik membantu memastikan pesan dipahami sesuai tujuan.

Dalam kehidupan sosial, pesan emosional sering disampaikan melalui bahasa nonverbal seperti intonasi dan ekspresi wajah. Ketika komunikasi berpindah ke media teks, sebagian makna ini dapat hilang, sehingga meningkatkan risiko salah paham.

Mengapa Memahami Komunikasi dan Pesan Itu Penting

Pemahaman yang baik tentang komunikasi memiliki dampak luas dalam berbagai bidang. Dalam pendidikan, komunikasi yang efektif meningkatkan transfer pengetahuan dan hasil belajar. Dalam organisasi, komunikasi yang jelas mendukung koordinasi, efisiensi, dan pengambilan keputusan.

Dalam konteks sosial, kemampuan memahami pesan membantu membangun hubungan yang sehat dan mengurangi konflik. Penelitian dalam Journal of Communication menunjukkan bahwa kesalahan interpretasi pesan merupakan salah satu sumber utama konflik interpersonal.

Pada tingkat yang lebih luas, komunikasi publik yang efektif berperan penting dalam penyebaran informasi kesehatan, kebijakan publik, dan literasi masyarakat. Ketidakpahaman pesan dapat berakibat pada misinformasi dan kesalahpahaman massal.

Komunikasi dalam Perspektif Ilmiah Kontemporer

Kajian komunikasi modern juga dipengaruhi oleh pemikiran Jürgen Habermas, khususnya melalui The Theory of Communicative Action (1981). Habermas menekankan komunikasi sebagai tindakan rasional yang bertujuan mencapai pemahaman bersama (mutual understanding), bukan sekadar penyampaian informasi.

Dalam perspektif ini, memahami pesan berarti mencapai kesepahaman yang dapat diterima secara rasional oleh semua pihak. Konsep ini banyak digunakan dalam kajian demokrasi, diskursus publik, dan etika komunikasi.

Penelitian kontemporer juga menyoroti peran teknologi digital. Studi oleh Walther (1996) tentang computer-mediated communication menunjukkan bahwa meskipun media digital membatasi isyarat nonverbal, pengguna dapat mengembangkan strategi baru untuk mencapai pemahaman pesan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan komunikasi dan memahami pesan?
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan, sedangkan memahami pesan adalah hasil dari proses interpretasi penerima terhadap pesan tersebut.

Apakah komunikasi selalu berhasil?
Tidak. Komunikasi dapat gagal jika pesan tidak dipahami sesuai maksud pengirim, akibat perbedaan konteks, bahasa, atau gangguan.

Mengapa sering terjadi salah paham dalam komunikasi digital?
Karena komunikasi digital sering menghilangkan isyarat nonverbal dan konteks situasional, sehingga pesan lebih mudah ditafsirkan secara berbeda.

Penutup

Apa itu komunikasi & memahami pesan merupakan konsep fundamental dalam interaksi manusia. Komunikasi adalah proses pertukaran makna melalui simbol, sedangkan memahami pesan adalah tahap krusial yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa pemahaman pesan dipengaruhi oleh bahasa, konteks, budaya, dan media yang digunakan.

Dengan memahami prinsip-prinsip dasar komunikasi, individu dan masyarakat dapat meningkatkan kualitas interaksi, mengurangi kesalahpahaman, dan mendukung pertukaran pengetahuan yang lebih efektif dalam kehidupan modern.

Daftar Referensi

  1. Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949).
    The Mathematical Theory of Communication.
    Urbana: University of Illinois Press. Karya foundational dalam teori komunikasi modern yang memperkenalkan model komunikasi linear, konsep noise, dan transmisi informasi. Banyak dikutip dalam kajian komunikasi, telekomunikasi, dan ilmu informasi.
  2. Lasswell, H. D. (1948).
    The Structure and Function of Communication in Society.
    Dalam L. Bryson (Ed.), The Communication of Ideas (hlm. 37–51). New York: Institute for Religious and Social Studies. Merumuskan kerangka analisis komunikasi klasik: siapa mengatakan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan dampak apa.
  3. Berlo, D. K. (1960).
    The Process of Communication: An Introduction to Theory and Practice.
    New York: Holt, Rinehart and Winston. Menjelaskan komunikasi sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh sumber, pesan, saluran, dan penerima, dengan penekanan pada faktor psikologis dan sosial dalam pemahaman pesan.
  4. Aristotle. (±350 SM / edisi modern berbagai penerbit).
    Rhetoric. Teks klasik tentang retorika yang menjadi dasar awal kajian komunikasi persuasif dan hubungan antara pembicara, pesan, dan audiens.
  5. Habermas, J. (1984).
    The Theory of Communicative Action, Volume 1: Reason and the Rationalization of Society.
    Boston: Beacon Press. Mengembangkan konsep komunikasi sebagai tindakan rasional yang bertujuan mencapai pemahaman bersama (mutual understanding).
  6. Hargie, O. (2011).
    Skilled Interpersonal Communication: Research, Theory and Practice (5th ed.).
    London: Routledge. Mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi interpersonal, termasuk kejelasan pesan dan konteks sosial.
  7. Walther, J. B. (1996).
    Computer-Mediated Communication: Impersonal, Interpersonal, and Hyperpersonal Interaction.
    Communication Research, 23(1), 3–43.
    https://doi.org/10.1177/009365096023001001 Jurnal terindeks Scopus yang membahas karakteristik komunikasi digital dan implikasinya terhadap pemahaman pesan.
  8. Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011).
    Theories of Human Communication (10th ed.).
    Long Grove, IL: Waveland Press. Buku rujukan utama dalam ilmu komunikasi yang merangkum teori-teori komunikasi klasik dan modern secara sistematis.